Pertemuan 9
Senin, 13 – April – 2016
B339, Universitas Pelita Harapan
Hubungan antara gagalnya peluncuran “Rocket Chalallenger
VII” dengan PRM
Pada pertemuan kali ini kami belajar melalui film documenter
tentang Chalanger VII yang meledak pada tahun 1986, dalam film tersebut
dikatakan bahwa kurangnya penanggulangan risk yang dilakukan oleh pihak NASA,
dkk. Kurangnya pengontrolan risk yang dilakukan oleh NASA. Pihak NASA sudah
meengetahui bahwa Rocket Chalanger VII mengalami masalh pada beberaoa bagiannya,
seperti pada bagian RING – O, tetapi mereka mengabaikannya karrena mereka
terrdesak oleh perintah Presiden untuk segera meluncurkan rocket terrsebut,
padahal pengujian rocket belum pernah di lakukan pada saat musim salju turun.
Terdapat juga beberapa masalah yang terdapat dalam rocket Chalanger, tetapi
masalah terssebut diabaikan karena adanya tekanan dari pihak presiden, dalam
hal ini juga kita dapat mempelajari dari segi memanage/ mengelola risk yang ada
bahwa pentingnya dukungan dari para stakeholder, dalam kasus ini di katakana
bahwwa pihak stakeholder mendukung pembuatan dan peluncuran rocket Challangerr
VII tetapi mereka hanya menginginkan peluncuran tersebut dilakukan secepatnya,
tanpa memikirkan bagaimana resiko yang ada, dan terdapatnya konflik antara
stakeholder, sehingga mereka tidak lagi berfokus pada tujuan semula tetapi
hanya berfokus pada masalah masing-masing dan mereka hanya menyelesaikan
tugasnya masing-masing.
Kesimpulan:
Kesimpulan yang kami simpulkan adalah pentingnya Project Risk
Management (PRM) danpentingnya kesehatian antar project stakeholder. Project Stakeholderr harus berfokus pada
tujuan semula, walaupun pasti terjadi konflik antar project stakeholder. Jangan
pernah mengabaikan setiap risk yang ada, karena walaupun risk yang terjadi awalnya kecil tetapi lama kelamaan akan
menjadi besar bahakan jika terus dibiarkan maka akan mempengaruhi
kelangsungan project tersbut sehingga
akan berdampak pada kegagalan project
No comments:
Post a Comment